EFEKTIFITAS KULIAH EKSTRA TAFSIR ALQURAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEILMUAN ALQURAN MAHASISWA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Ahwal Syakhsiyah dan Ilmu Hadits di STDI Imam Syafi’i Jember)

  • Irfan Yuhadi Dosen Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Keywords: Kuliah Ekstra, Tafsir Alquran, Keilmuan Alquran Mahasiswa.

Abstract

Tafsir dalam istilah para ulama’ adalah menerangkan makna Alquran, yang maksudnya lebih luas daripada sekedar menjelaskan lafazh yang musykil, dan lebih luas pula daripada sekedar menjelaskan makna yang zhahir. Ilmu tafsir Alquran merupakan salah satu ilmu mulia, yang hendaknya dipelajari oleh setiap muslim. STDI Imam Syafi’i Jember memiliki dua prodi, yaitu Ahwal Syakhsiyah dan Ilmu Hadits. Pembelajaran di STDI Imam Syafi’i Jember telah menggunakan standar KKNI. Di antara mata kuliah yang disederhanakan SKSnya adalah mata kuliah tafsir Alquran. Penelitian ini mengkaji: (1) pelaksanaan kuliah ekstra tafsir Alquran, (2) efektifitas kuliah ekstra tafsir Alquran, (3) saran dalam pelaksanaan kuliah ekstra tafsir Alquran agar menjadi lebih baik dan lebih efektif dalam meningkatkan keilmuan Alquran mahasiswa ahwal syakhsiyah dan ilmu hadits di STDI Imam Syafi’i Jember. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Adapun teknik dalam pengumpulan data adalah melalui teknik observasi, wawancara serta pemanfaatan dokumen yang berkaitan dengan rumusan masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perkuliahan ekstra tafsir Alquran dilakukan sekali dalam sepekan dengan durasi 2 SKS per pertemuan. Perkuliahan tafsir Alquran dimulai dari juz 29 lalu berpindah pada juz 28. Adapun sistematika pembelajaran dimulai dari surat yang berada di awal juz; (2) kuliah ekstra tafsir Alquran sudah cukup efektif dalam rangka meningkatkan keilmuan Alquran mahasiswa, terutama pada sisi: a) kemampuan mahasiswa dalam mengetahui sabab al-nuzul suatu ayat atau surat, b) pengetahuan mahasiswa tentang makna ayat Alquran, dan c) menumbuhkan kecintaan para mahasiswa terhadap Alquran sehingga mereka merasa lebih nikmat ketika membaca Alquran dan lebih mudah dalam menghafal Alquran. Namun pada sisi pengambilan faidah dari suatu ayat masih kurang; (3) Saran yang utama adalah masalah waktu pelaksanaan kuliah ekstra, sebaiknya dilakukan di pagi hari. Hendaknya setiap mahasiswa yang mengikuti kuliah ekstra tafsir Alquran mempunyai kitab ajarnya, agar memudahkan dalam menyerap materi tafsir yang sedang disampaikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alquran Al-Karim.
Ary, Donal, An Invitation to Research in Social Education, Beverly Hills: Sage Publication, 2002.
Emzir, Metode Penelitian Kualitatif Analisa Data, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.
Jamrah, Suryan A., Metode Tafsir Maudhu’i: Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo, 1994.
Moleong, J. Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005.
Al-Qaththan, Manna’, Pengantar Studi Ilmu Alquran, terj. Aunur Rafiq El-Mazni, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.
Al-Qurthubi, Muhammad bin Ahmad, Al-Jami’ li Ahkam Alquran, tahqiq: Ahmad al-Baraduni, Cet. II; t.t.: Maktabah al-Riyadh, t.th.
Rahardjo, Mudjia, Mengenal Lebih Jauh Tentang Studi Kasus, Malang: Materi kuliah Metodelogi Penelitian PPs UIN Maliki Malang, 2012.
Al-Sunaidi, Salman bin Umar, Tadabbur Alquran: Mudahnya Memahami Alquran, terj. Jamaluddin, Jakarta: Darul Haq, 2008.
Al-Suyuthi, Abdurrahman, Al-Itqan fi Ulum Alquran, t.t.: Dar al-Ma’rifah, t.th.
Al-Syaukani, Ahmad bin Ali, Fath al-Qadir, t.t.: Maktabah al-Ma’arif, t.th.
Published
2018-05-31