KONTRIBUSI ‘ABDUSH SHAMAD FALIMBANI DALAM PENYEBARAN HADIS DI INDONESIA MELALUI KITAB NASHIHAH AL-MUSLIMIN

  • Hendri Waluyo Lensa STDI Imam Syafi'i Jember
  • Sucipto . STDI Imam Syafi'i Jember
Kata Kunci: Ulama Nusantara, kitab Nashihah al-Muslimin, penyebaran hadis

Abstrak

Ada hal yang menarik pada buku yang dikarang oleh salah satu ulama Nusantara yang dikenal dengan nama ‘Abdush Shamad Falimbani. Beliau termasuk kalangan yang mengajarkan tasawuf kepada para murid dan santrinya. Namun dalam buku tersebut, beliau banyak membawakan teks-teks Alquran dan hadis. Penelitian ini dibatasi pada dua rumusan masalah, antara lain: apa kontribusi ‘Abdush Shamad Falimbani dalam penyebaran hadis melalui kitab Nashihah al-muslimin dan bagaimana kandungan hadis pada kitab Nasihah al-Muslimin. Penelitian ini termasuk dalam ragam penelitian kualitatif. Data-data dikumpulkan dengan metode studi dokumen yang berkaitan dengan beberapa variabel penelitian. Dokumen primer berupa kitab Nasihah al-Muslimin yang dimiliki peneliti, kemudian dilengkapi dokumen sekunder berupa file-file yang bisa diunduh secara gratis di internet.Analisis data dilakukan dengan mereduksi data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah.

Ada beberapa hal yang menjadi simpulan, antara lain: pertama, kontribusi ‘Abdush Shamad Falimbani dalam penyebaran hadis di Indonesia melalui kitab Nashihah al-Muslimin sangat besar. Banyak kaum muslimin ikut dengan seruan jihad meninggikan kalimatullah melalui penyampaian nash Alquran dan hadis yang sangat banyak pada kitab tersebut. Sumber rujukan hadis yang bervariasi didukung oleh keberadaan beliau pada saat menulis kitab yang tinggal di Jazirah Arab, sehingga rujukan kitab-kitab hadis dapat ditemukan dengan mudah dan sudah cukup memadai. Kedua, Kandungan hadis pada kitab Nashihah al-Muslimin yang sangat padat menjadi bukti kontribusi ‘Abdush Shamad yang cukup baik di zamannya. Walaupun belum didapatkan dari karya beliau yang khusus membahas tentang periwayatan hadis. Namun usaha beliau dalam penyebutan hadis yang bisa dilacak dalam kitab-kitab induk hadis merupakan usaha yang patut disyukuri.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2020-05-20