Beranda
Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah (P-ISSN: 2339-2630 | E-ISSN: 2477-8001) adalah jurnal akademik peer-review, open-access yang diterbitkan dua kali setahun—setiap bulan Mei dan November—oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember, Indonesia. Sejak tahun 2013 dan mulai mengeluarkan edisi digitalnya pada tahun 2015, Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah berkomitmen untuk memajukan ilmu pengetahuan Islam serta menjembatani khazanah keilmuan klasik dengan wacana kontemporer.
Jurnal ini berfokus pada empat bidang: Fiqih, Hadis, Aqidah dan Al-Qur'an. Mulai Volume 13 Nomor 1, artikel jurnal Al-Majaalis diterbitkan dalam bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan akademik secara global. Semua artikel harus mematuhi template jurnal Al-Majaalis dengan format footnote menggunakan style Turabian 8th edition (full note, no ibid) atau Turabian 9th edition (notes and bibliography). Penulis dianjurkan menggunakan reference manager, seperti Mendeley, Zotero dan lain sebagainya. Setiap artikel yang masuk akan dilakukan proses review single blind oleh para reviewer yang ahli di bidangnya, dengan mempertimbangkan kesesuaian focus and scope, etika publikasi, kebaruan (novelty), serta bebas dari plagiasi.
Semua artikel yang diterbitkan oleh jurnal Al-Majaalis memiliki Digital Object Identifier (DOI) yang memberikan akses global secara permanen. Jurnal Al-Majaalis telah terindeks di Garuda, Google Scholar, Crossref, Moraref, ISDJ, Dimensions, Index Copernicus dan beberapa pengindeks lainnya. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 2/C/C3/KPT/2026 tanggal 2 Januari 2026, Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah telah memperoleh hasil reakreditasi nasional peringkat SINTA 2 sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan konsistensi pengelolaan jurnal. Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah juga menjalin kemitraan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA), sebuah asosiasi keilmuan di bidang hadis.
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah menerapkan kebijakan formal terkait penggunaan teknologi AI generatif. Penulis dapat menggunakan perangkat AI—seperti ChatGPT, atau Gemini dan lain sebagainya—hanya sebagai alat bantu dengan tetap di bawah pengawasan penuh manusia. Setiap penggunaan AI generatif harus diungkapkan secara formal dalam naskah. AI tidak boleh dianggap sebagai penulis dan tidak boleh pula digunakan untuk menghasilkan artikel akademik secara mandiri. Semua tanggung jawab akhir atas keakuratan dan integritas tetap berada di tangan penulis. Editor dapat menggunakan teknologi AI untuk fungsi koreksi tata bahasa atau peringkasan tanpa mengubah esensinya.
Kami mengundang para akademisi untuk mengirimkan artikel ilmiahnya ke Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah. Setiap artikel yang dikirimkan harus dipastikan bahwa naskah tersebut asli, tidak sedang dikirimkan ke jurnal lain dan diformat sesuai dengan pedoman penulisan. Artikel diunggah dalam format Microsoft Word, OpenOffice atau RTF. Artikel yang tidak mematuhi persyaratan akan dapat dikembalikan.


























