Fenomena “Marriage is Scary” dalam Perspektif Mahasiswi Bercadar di Kota Jember

Penulis

  • Nurul Isnaini Batrisyia Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember
  • Ruston Kumaini Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember
  • Mukhlishoh Khoirunnisa’ Universitas Setia Budi
  • Khoirunnisa Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v4i1.953

Kata Kunci:

Marriage is Scary, Kekhawatiran, Persepsi, Mahasiswi bercadar

Abstrak

ABSTRACT

The phenomenon "Marriage is Scary" represents the concerns of the younger generation regarding marriage as an institution perceived to be full of challenges and uncertainties. This study aims to examine the perceptions of hijab-wearing female students in Jember City regarding this phenomenon and to explore the factors contributing to their fears and the attitudes they adopt. Using a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through in-depth interviews with seven informants. The results indicate that fear of marriage is still felt despite the informants having strong religious backgrounds. The contributing factors include: 1) fear of losing one's identity, 2) experiences of disharmony in the family, 3) anxiety about choosing a partner, 4) influence of social media, 5) financial instability, 6) differences in religious vision, and 7) unhealthy relationships. In addressing this, they demonstrate selective and planned attitudes, such as: 1) deepening their religious knowledge, 2) self-reflection, 3) seeking social support, 4) emulating the Prophet and their parents, and 5) placing their trust in God. This study shows that fear of marriage is not a form of rejection, but rather a reflection of the awareness and caution of the younger generation in preparing for a household that is strong both emotionally and spiritually.

ProKeywords: Marriage is Scary, Concerns, Perceptions, Hijab-wearing students

 

ABSTRAK

 

Fenomena "Marriage is Scary" merepresentasikan kekhawatiran generasi muda terhadap pernikahan sebagai institusi yang dianggap penuh tantangan dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswi bercadar di Kota Jember mengenai fenomena tersebut, serta menggali faktor-faktor penyebab ketakutan dan sikap yang mereka ambil. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan tetap dirasakan meskipun para informan memiliki latar belakang religius yang kuat. Faktor-faktor pemicunya meliputi: 1) takut kehilangan jati diri, 2) pengalaman keluarga yang tidak harmonis, 3) kecemasan dalam memilih pasangan, 4) pengaruh media sosial, 5) ketidakstabilan finansial, 6) perbedaan visi keagamaan, dan 7) relasi yang tidak sehat. Dalam menyikapinya, mereka menunjukkan sikap selektif dan terencana, seperti; 1) memperdalam ilmu agama, 2) introspeksi diri, 3) mencari dukungan sosial, 4) meneladani sosok Nabi dan orang tua, serta 4) bertawakal kepada Allah. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan bukanlah bentuk penolakan, tetapi refleksi dari kesadaran dan kehati-hatian generasi muda dalam mempersiapkan rumah tangga yang kuat secara emosional dan spiritual.

Kata kunci: Marriage is Scary, Kekhawatiran, Persepsi, Mahasiswi bercadar

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Al-Qur’an al-Karim.

Abdurrahman, Zaid. “Praktik Perjanjian Pra Nikah di Kota Depok (Studi Kasus di KUA Cimanggis), Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum.” Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2021

https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56665

Aji dan M Habib. “Fenomena trend Marriage Is Scary di media sosial: Studi tematik gambaran pernikahan dalam Al-Qur’an”. Skripsi 2025

http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/73685

Diki, Herdiansyah, Rizka Khaira, “Menyelami Persepsi ‘Marriage is Scary’ dalam Perspektif Religius dan Emosional di Konteks Sosial Budaya Kontemporer serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi: Sebuah Literatur Review,” Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), Vol. 4, 2025

https://doi.org/10.29407/k3xabg67

Harahap, Herlina Hanum, dan Bonanda Japatani Siregar. "Analisis Tujuan Pernikahan Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan." Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian. Vol. 5. No. 1 2022.

https://e-prosiding.umnaw.ac.id/index.php/pengabdian/article/view/827

Kurnia, Asfahani, Muhammad Zein Permana, dan Rachmat Taufiq, “Pengalaman Kepuasan Pernikahan Wanita Yang Menikah Dengan Cara Taaruf,” Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah 4, no. 2 (2021): 204–31,

https://doi.org/10.24815/s-jpu.v4i2.22825.

Lestari, Melina dkk., “Bagaimana Fenomena ‘Marriage is Scary’ dalam Pandangan Perempuan Generasi Z,” Journal Bimbingan & Konseling Ar- Rahman, Vol. 10, No. 2, 2024 http://dx.doi.org/10.31602/jbkr.v10i2.17187

Nurfitrah, Muhammad Al Aziz dan Agus Supriyanto, "Arah Pembangunan Ketahanan Keluarga Pemerintah Kota Bekasi Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam." MASLAHAH Jurnal Hukum Islam dan Perbankan Syariah (2020)

https://doi.org/10.33558/maslahah.v11i2.2622

Riyan, Riswandi, dkk., “Analisis Perspektif Mahasiswa Muslim Gen-Z terhadap Isu Marriage Is Scary,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, Vol. 5, No. 1, 2025 https://doi.org/10.53299/jppi.v5i1.893

Sufyan, Akhmad Farid Mawardi. “ANALISIS KRITIS MAKNA “AL-SYABAB” DAN “ISTITHA’AH” PADA HADITS ANJURAN MENIKAH”, JURNAL PENELITIAN DAN PEMIKIRAN KEISLAMAN, Vol. 4, No.2, 2017 http://dx.doi.org/10.31102/alulum.4.2.2017.304-317

Syafiq, Muhammad. “Peran Influencer di Media Sosial Terhadap Tren Married Is Scary (Analisis Maqashid Syariah),”. ICMIL Proceedings, 1(1), 150-157. (2024). https://icmilproceedings.org/index.php/icmil/article/view/24

Syaiful’an. “HADIST TENTANG ANJURAN MENIKAH (Studi Ma’anil Hadis)”. Skripsi 2008

http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3192

Thohir, Umar Faruq. "Konsep tawakkal dalam perspektif pasangan perkawinan anak di desa wedusan probolinggo jawa timur." Jurnal Hukum Islam, Vol. 17 No. 2, 2019

https://doi.org/10.28918/jhi.v17i2.2392

Tirta, Kania Dewi dan Sinta Nur Arifin. “Studi Fenomenologi: Marriage is Scary pada Generasi Z” Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol. 8, No.3, 2025 https://doi.org/10.26539/teraputik.833675

Widiyanto, Hari. "Konsep pernikahan dalam Islam (Studi fenomenologis penundaan pernikahan di masa pandemi)." Jurnal Islam Nusantara, Vol. 4 No. 01, 2020

https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i1.213

Unduhan

Diterbitkan

25-03-2026

Cara Mengutip

Batrisyia, Nurul Isnaini, Ruston Kumaini, Mukhlishoh Khoirunnisa’, dan Khoirunnisa Khoirunnisa. “Fenomena ‘Marriage Is Scary’ Dalam Perspektif Mahasiswi Bercadar Di Kota Jember”. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (Maret 25, 2026): 30–52. Diakses April 28, 2026. https://ejournal.stdiis.ac.id/index.php/al-usariyah/article/view/953.

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.