METODE IMAM AL-SYAUKANI DALAM MENYIKAPI TAARUD AL-HADIS
Studi Bab Ibadah dalam Kitab Nayl al-Awtar
Kata Kunci:
Imām al-Syaukānī, Taʿāruḍ al-Ḥadīṡ, Nayl al-AwṭārAbstrak
Persoalan kontradiksi antar hadis (taʿāruḍ al-ḥadīṡ) merupakan isu penting dalam kajian ilmu hadis dan uṣūl al-fiqh. Perbedaan riwayat kerap menimbulkan kesulitan dalam penetapan hukum, terutama dalam masalah ibadah. Penelitian ini mengkaji cara Imām al-Syaukānī menangani kasus taʿāruḍ al-ḥadīṡ dalam karyanya Nayl al-Awṭār, dengan menitikberatkan pada metode yang ia gunakan ketika menghadapi hadis-hadis yang tampak saling bertentangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap sejumlah kasus dalam pembahasan ibadah yang menunjukkan adanya perbedaan riwayat hadis. Fokus kajian diarahkan pada pandangan al-Syaukānī dalam menyikapi taʿāruḍ al-ḥadīṡ serta konsistensi metode yang ia terapkan berdasarkan prinsip-prinsip uṣūl al-fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Syaukānī menerapkan pendekatan yang sistematis dan seimbang. Ia mengutamakan metode kompromi (jamʿ wa al-tawfīq) selama masih memungkinkan. Apabila kompromi tidak dapat dilakukan, ia mempertimbangkan kemungkinan naskh. Dalam kondisi hadis-hadis yang sama kuat dan tidak memungkinkan adanya naskh, al-Syaukānī menggunakan metode tarjīḥ. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian metodologis dan keluasan pandangan al-Syaukānī dalam memahami hadis. Metode tersebut relevan untuk dijadikan rujukan dalam menghadapi perbedaan hukum Islam kontemporer, sehingga perbedaan tidak berujung pada perpecahan, melainkan pada pendalaman pemahaman.
