Implikasi Edukasi Pranikah terhadap Kesehatan Mental dan Spiritual
Studi Kasus pada Peserta Naseeha Project
DOI:
https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v3i1.854Kata Kunci:
edukasi, pranikah, mental, spiritualAbstrak
Marriage is a sacred worship so that in carrying it out requires adequate knowledge provisions. Premarital education provides training in basic skills and knowledge, both from a religious and psychological point of view, to married teenagers or brides-to-be so that they are better prepared to face married life. A person who is mentally and spiritually healthy has the ability to restrain themselves from the pressure that comes, and tends to be stable in the face of problems that occur. The Naseeha Project premaritality guidance is here to be a forum for premarital education from a religious, psychological, financial, and health perspective specifically for Muslims. The purpose of this study is to analyze and find premarital education in the perspective of Islam, phenomena, and implications of premarital education on the mental and spiritual health of Naseeha Project participants. This study uses a qualitative approach with a case study type of research. The results of this study show that: (1) premarital education from an Islamic perspective includes readiness, selection of partners for sekufu, nazhar, istikharah, and khitbah with faith, (2) Naseeha Project participants have various motivations and challenges in participating in the Naseeha Project program, (3) the implications of premarital education on mental health include reducing doubts about marriage and increasing mental readiness, as well as its implications for spiritual health include deepening a spiritual relationship with Allah and understanding religious guidelines in marriage.
Pernikahan merupakan ibadah yang sakral sehingga dalam menjalankannya memerlukan perbekalan ilmu yang memadai. Edukasi pranikah memberikan pelatihan skill dan pengetahuan dasar, baik dari segi agama maupun psikologis kepada remaja usia nikah atau calon pengantin agar mereka lebih siap dalam menghadapi kehidupan pernikahan. Seseorang yang sehat secara mental dan spiritual memiliki kemampuan untuk menahan diri dari tekanan yang datang, serta cenderung stabil dalam menghadapi masalah yang terjadi. Bimbingan pranikah Naseeha Project hadir menjadi wadah edukasi pranikah dari sudut pandang agama, psikologis, finansial, dan kesehatan secara khusus untuk umat beragama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan edukasi pranikah dalam perspektif Islam, fenomena, dan implikasi edukasi pranikah terhadap kesehatan mental dan spiritual peserta Naseeha Project. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) edukasi pranikah dalam perspektif Islam meliputi kesiapan, pemilihan pasangan sekufu, nazhar, istikharah, dan khitbah dengan keyakinan, (2) peserta Naseeha Project memiliki berbagai motivasi dan tantangan dalam mengikuti program Naseeha Project, (3) implikasi edukasi pranikah terhadap kesehatan mental di antaranya mengurangi keraguan tentang pernikahan dan meningkatkan kesiapan mental, serta implikasinya terhadap kesehatan spiritual di antaranya memperdalam hubungan spiritual dengan Allah dan memahami panduan agama dalam berumah tangga.







