NARASI KEAGAMAAN MAMA GHUFRON DI MEDIA SOSIAL

Analisis Kritis Perspektif Ilmu Hadis

Penulis

  • Rabiatil Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
  • Lafran Karim Amrullah Universitas Islam Madinah

DOI:

https://doi.org/10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i2.1641

Kata Kunci:

hadis Nabi, Social Media, ghufron

Abstrak

Maraknya narasi keagamaan yang tidak terverifikasi di media sosial menjadi tantangan serius
bagi kemurnian ajaran Islam pada era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis
narasi keagamaan Mama Ghufron (Iyus Sugriman) di media sosial dari perspektif ilmu hadis.
Dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan analisis konten,
penelitian ini mengevaluasi narasi tersebut berdasarkan kaidah naqd al-matan tanpa melakukan
takhrij dan kajian rijal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis man kadzaba 'alayya
diriwayatkan oleh sekitar empat puluh sahabat dan memuat ancaman neraka bagi orang yang
berdusta atas nama Nabi Muhammad ‫ﷺ‬. Analisis konten mengidentifikasi empat kategori klaim
yang dinilai bermasalah dari perspektif hadis dan akidah: pengakuan bertemu Nabi Khidir
dalam kondisi terjaga (yaqazah), penyebutan "hadis" tanpa sanad yang dapat diverifikasi, klaim
komunikasi langsung dengan malaikat yang dinilai bertentangan dengan nash qat'i, serta
pengakuan "bersekolah kepada Allah" selama empat puluh tahun yang berbenturan dengan
hadis la nabiyya ba'di. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena tersebut perlu ditinjau
dalam kerangka larangan berdusta atas nama Nabi, tanpa menyimpulkan niat individual yang
tidak dapat dipastikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi hadis dan penerapan
tabayun secara konsisten oleh masyarakat Muslim, lembaga keislaman, dan perguruan tinggi
sebagai respons terhadap disinformasi keagamaan di ruang digital.
Kata Kunci: hadis, Mama Ghufron, media sosial

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Al-Qur’an al-Karim.

Ahmadun Marzuki. Mama Gufron Viral. t.t. Youtube. https://youtube.com/shorts/WNn66sJpakk?si=NFHVHfVMY7LrUp75.

Aji, Wahyu Trisno. Fenomena Mama Gufron Berbicara Bahasa Semut Dalam Teori Hegemoni Antonio Gramsci. 2025.

Alfi, Imam, Abdul Basit, Umi Halwati, dan Abdul Malik. “THE TRANSFORMATION OF RELIGIOUS PRACTICES OF DIGITAL UMMAH IN THE AGE OF ALGORITHMS.” Al Qalam, 2025.

ANB. “Apa Arti Syududu Mama Ghufron yang Viral di TikTok? Ini Penjelasannya.” kumparan.com, 4 Mei 2026. https://kumparan.com/berita-hari-ini/apa-arti-syududu-mama-ghufron-yang-viral-di-tiktok-ini-penjelasannya-27KaJr6yXXJ.

Arfian Suryasuciramdhan, Qanitah Salma, Alaika Amaly Khaira, Rahma Aniq Aulia, dan Hana Zulfia. “Youtube Sebagai Media Dakwah: (Analisis Isi Pesan Dakwah Ustadz Hannan Attaki Dalam Tema ‘Mengatasi Sifat Yang Sering Berkeluh Kesah’).” Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 1 (Juni 2024): 21–29. https://doi.org/10.55606/af.v6i1.882.

Baishev, R. I. “The Concept of Bid‘ah in Islamic Thought.” Islam in the modern world 21, no. 3 (November 2025): 45–62. https://doi.org/10.22311/2074-1529-2025-21-3-45-62.

Balqis Fallahnda. “Siapa Mama Ghufron, Apa Isi Ajarannya, dan Benarkah Sesat?” tirto.id, 10 Juli 2024. https://tirto.id/siapa-mama-ghufron-apa-isi-ajarannya-dan-benarkah-sesat-g1uv.

bang irfan. Mama Ghufron Bertengkar Sama Malaikat. 2024. Youtube. https://youtube.com/shorts/sJTyk3ZqQvY?si=i4wBKaVfj1UbAmCX.

Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il al-. Shahih al-Bukhari. Kelima. Disunting oleh Mushthafa Dib al-Bugha. Damaskus: Dar Ibn Katsir and Dar al-Yamamah, 1993.

“Depag Bersikap Tegas Terhadap Aliran Sesat.” Kementerian Agama, 29 Oktober 2007. https://kemenag.go.id/nasional/depag-bersikap-tegas-terhadap-aliran-sesat-o733ds.

DongLee3. Mama Ghufron Hacker Malaikat sampai dipanggil. 2026. Youtube. https://youtube.com/shorts/FWH9JVC0U2U?si=EIEiZl2YOIrd6aB0.

GUDANG GOSIP. Mama Ghufron Ngobrol Sama Nabi Khidir Ngeri! 2024. Youtube. https://www.youtube.com/shorts/Sl_xeY0mEv4.

Hakim, Lukmanul, dan Mahir Bin Ghazali. “Al-‘Ilm al-Ladunniy fi Ḥikāyah al-Khidr wa Āthāruh al-Tarbawiyyah: Dirāsah Taḥlīliyyah li Āyāt Mukhtārah min Sūrah al-Kahf.” DAYAH: Journal of Islamic Education 6, no. 2 (Juli 2023): 250. https://doi.org/10.22373/jie.v6i2.17671.

Hanbal, Ahmad bin. Musnad Imam Ahmad bin Al-Hanbal. Pertama. Disunting oleh Syu’aib al-Arna’uth dan ’Adil Mursyid. Beirut: Mu’assasah ar-Risalah, 2001.

Hasibuan, Kalijunjung. “MODERASI BERAGAMA BERBASIS KELUARGA.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 11 (2023): 4655–66. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1777.

Hendi Taudiri. Ghufron Berdialog Dengan Malaikat Agar Tidak Terjadi Kiamat. t.t. Youtube. https://youtu.be/SiBaC23_oK8?si=-tRjnyAD6xEDHeAd.

———. Mama Ghufron Sekolah 40 Tahun Langsung Sama Allah. 2026. Youtube. https://youtube.com/shorts/Bj8JUHvdXgU?si=4KeJKPDh3mkRouL3.

Ibnu al-Mubarak, Abdullah. az-Zuhd wa ar-Raqa’iq (Riwayat al-Husain al-Marwazi, dengan tambahan riwayat Nu’aim bin Hammad di bagian akhir). Pertama. Disunting oleh Habiburrahman al-A’zhami. Malegaon, Nasik, India: Majlis Ihya al-Ma’arif, 1419.

Ismoilov, Lutfullo Eshonovich, dan Ramil Tagirovich Yuzmukhametov. “Some Features of the Mysterious Invisible World of Sufism.” The Bulletin of Irkutsk State University. Series Political Science and Religion Studies 37 (2021): 138–45. https://doi.org/10.26516/2073-3380.2021.37.138.

Kholis, Nur. “Otoritas Hadis dalam Diskursus Sarjana Kontemporer: Analisis Pemikiran Ahmad Amin dan Mustafa Sibai.” AL NAQDU: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN, 2025.

Kuzudi̇Şli̇, Bekir. Hadīth of Man Kadhaba ‘Alayya and Argumentum e Silentio. 2007.

mrcudink. MALAIKAT MUNKAR NANKIR TAKUT GUFRON. 2024. Youtube. https://youtube.com/shorts/CIzpsq0hGU0?si=rv5GkhuuzyBV7_51.

Muhammad Nur Faqih. “Bagaimana Memilih Guru yang Tepat?” muslim.or.id, 15 September 2023. https://muslim.or.id/87702-bagaimana-memilih-guru-yang-tepat.html.

Nahfudhil Akrom, Khoeru, Marwan Haryanto, Esa Nur Cahyani, Nurul Halifah, dan Surawan Surawan. “Fatalisme dan Kepercayaan Klenik Dalam Dakwah Digital: Analisis Psikologi Agama Terhadap Konten Gufron di Tiktok.” Ad-DA’WAH 24, no. 1 (2026): 155–70. https://doi.org/10.59109/addawah.v24i1.217.

Prabunews. Geger Sosok Abuya Mama Ghufron, Penceramah yang Viral Sesumbar Bisa Video Call Malaikat Maut. 2024. https://youtube.com/shorts/kNinQBwmU_8?si=7Sz88ruBYUFH0yQK.

RAGIS SUGANDA. “RESPON NETIZEN TERHADAP DAKWAH ABUYA MAMA GHUFRON ALBANTANI DALAM CHANNEL YOUTUBE PONPES UNIQ NUSANTARA.” INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI CURUP, 2024.

Ramadhan, Abdul Rahman, dan Siti Aisyah Nur Sari. “URGENSI PROGRAM STUDI ILMU HADIS PADA PERGURUAN TINGGI ISLAM TERHADAP PENYEBARAN HADIS PALSU PADA ERA DIGITAL DALAM TINJAUAN MAQASHIDSYARIAH.” AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits 1, no. 1 (2023).

Rifki. Mama Gufron Mengaku Punya WA Malaikat. t.t. https://youtube.com/shorts/rCG-MBlkLLE?si=AQmOuOx_M8Bh5XWC.

Rokib, Moh. “URGENSI ILMU AL-JARH WA AT-TA’DIL DALAM MENJAGA KEMURNIAN HADIS.” JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES 4 (2025).

Roslan, Muna Hajar, Norhapizah Mohd Borhan, Muhammad Faisal Ashaari, dan Mohamad Zulkifli Abdul Ghani. “FENOMENA VIDEO TULAR INFLUENCER DAKWAH DI INSTAGRAM: SATU SOROTAN KAJIAN.” AL QANATIR 34, no. 2 (2025).

Roudatus Solihah, Mus’idul Millah, dan Siti Nuralisah. “Hoaks Di Media Sosial Dalam Perspektif Hadis.” Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 4 (Juli 2024): 146–60. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1437.

Saputra, M. Farras. “Understanding Mutawatir Hadith.” Cakra Journal of Religion, 2024.

Suhartawan, Budi, dan Muizzatul Hasanah. MEMAHAMI HADIS MUTAWATIR DAN HADIS AHAD. 3, no. 01 (2022).

Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthair al-Lakhmi al-Syami, Abu al-Qasim al-Thabarani. Turuq hadis man kadzaba ’alayya muta’ammidan. Pertama. ’Amman: Dar ’Ammar, 2010.

Tirmidzi, Muhammad bin ’Isa at-. “Kitab al-’Ilal di Akhir al-Jami’ at-Tirmidzi.” Dalam al-Jami’ al-Kabir (Sunan at-Tirmidzi), Pertama, vol. 6, disunting oleh Bassyar ’Awwad Ma’ruf. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1996.

Unduhan

Diterbitkan

31-10-2026

Cara Mengutip

Rabiatil, & Lafran Karim Amrullah. (2026). NARASI KEAGAMAAN MAMA GHUFRON DI MEDIA SOSIAL: Analisis Kritis Perspektif Ilmu Hadis. AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits, 4(2), 253–273. https://doi.org/10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i2.1641